Home » , » PNPM Mandiri Membangun Infrastruktur di Banjarmasin

PNPM Mandiri Membangun Infrastruktur di Banjarmasin

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, February 19, 2013 | 2/19/2013

PNPM Mandiri Perkotaan Kota Banjarmasin membangun berbagai infrastruktur di 50 kelurahan yang tersebar di 5  kecamatan. Alokasi anggarannya tahun 2011 sebesar Rp2,75  miliar, dimana  yang berasal dari APBN sebesar Rp 2,18 miliar dan APBD Rp570 juta. Sedangkan untuk tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 100% yakni sebesar Rp5,60 miliar yang berasal dari APBN sebesar Rp5.32 miliar dan dari anggara APBD sebear Rp280 juta.  Sepanjang tahun 2011 dan 2012 telah dibangun jalan cor beton sepanjang 8.794 meter, urugan sirtu dan siring sepanjang 3.396 meter, titian ulin sepanjang 2.206 meter, drainasse sepanjang 243 meter dan lain-lain.Berbagai pembangunan infrastruktur itu berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tahun 2011 tenaga kerja yang terserap sebanyak 2.805 orang.
Pembangunan infrastruktur yang paling menonjol adalah pembangunan sarana cor beton, yang dilakukan Kelurahan Tanjung Pagar, dimana pembangunan jalan beton ini dibangun diatas tanah rawa, sepanjang 231 m, yang menghubungkan pingir jalan utama dengan Rt 17 dednga Rt 16. Jalan yang dulunya merupakan jalan tanah dan sering terendam oleh adanya air pasang dari sungai Barito ini, sangat sulit dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua. Selain itu di lokasi ini terdapat sekolah yang jika musim hujan tiba, akan terendam dan siswa terpaksa bertelanjang kaki ke sekolah. 
Warga masyarakat mengusulkan pembangunan jalan ini melalui KSM untuk diperbaiki. Dari hasil musyawarah diputuskan untuk membangun jalan tersebut menjadi jalan rabat, dengan anggaran sebesar Rp24.655.000,- untuk pembangunan jalan sepanjang 231 meter lebar 2 meter dan tinggi 30 cm. di atas permukaan tanah. Inilah yang menjadi keunggulan program PNPM mandiri, bahwa masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur daerahnya. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan bukan hanya sekadar membagikan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) saja kepada masyarakat.
PNPM Mandiri Perkotaan merupakan wadah pembelajaran bagi masyarakat terhadap nilai dan etika yang luhur di mana masyarakat dibimbing untuk membangun kemitraan dalam mewujudkan keinginan bersama dalam rangka meningkatkan keberdayaan dan kemandirian.
Salah satu warga, Ijul (30 tahun), buruh bangunan yang tinggal di RT 17/ RW 02 ini bersyukur atas bantuan pembuatan jalan beton ini karena sekarang jalan mudah dilalui dengan kendaran baik roda dua maupun roda 4. “Jalan ini sudah lebih baik kondisinya, dari tadinya jalan tanah dan selalu tergenang jika musim hujan, kini sudah lebih lebar dan terbuat dari beton bebas banjir pula. Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah melalui PNPM Mandiri,” ujarnya.
Selain pembangunan cor beton pembangunan yang dilakukan PNPM Mandiri Perkotan juga merambah pada perbaikan titian Ulin. Titian ulin yang merupakan jalan yang berada di atas air ini mamang sangat dibutuhkan di kota Banjarmasin karena banyak pemukiman warga berada di atas air sungai sehingga akses jalan dibuat dengan titian ulin karena cenderung lebih tahan lama. Namun di beberapa titik, banyak titian ulin sudah rusak sehingga harus segera diperbaiki. Salah satunya yakni perbaikan titian ulin yang dilakukan di Kelurahan Mantuil.  PNPM Mandiri Perkotaan memperbaiki titian kayu ulin sepanjang 340 meter yang menjadi akses antara RT 11 / dengan ketinggian mencapai 2 meter dari permukaan air. Warga bergotong toyong untuk memperbaiki jalan titian ulin ini, sehingga dapat dilalui dengan nyaman.
Abdul Hamid (40 tahun), bekerja sebagai petani sawah pasang surut serta buruh di RT 11/02  Kelurahan Mantuil,  bersyukur dengan adanya program PNPM dimana membangun kembali titian jalan di lingkungan mereka dimana titian ini merupakan jalan utama bagi masyarkat di sana yang merupakan daerah pinggiran kali Martapura, berharap agar pemerintah mau memperhatikan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di sini, karena sudah banyak perusahaan yang tutup sehingga menciptakan pengganguran.
Selain itu dengan adanya pembangunan jalan titian ulin  serta jembatan juga membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga Kisnawati  (50 tahun),  pedagang makanan bersyukur karena dengan adanya bantuan perbaikan jembatan ulin dan titian kayu ulin ini membuat jalan di depan rumahnya menjadi ramai, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain membangun sarana jalan, pelaksanaan PNPM Mandiri Perkotaan juga melakukan pembangunan tempat peningkatan usaha pengelolaan penggilingan padi di Kelurahan Kelayan Selatan. Kelompok Petani Surya yang mempunyai lahan pertanian pasang surut mendapatkan bantuan pembangunan tempat penggilingan padi beserta gudang penampungan padi, dengan anggaran sebesar Rp75 juta yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi di wilayah Kelayan Selatan.
Masyarakat bersyukur karena sebelumnya petani yang hendak menggiling padi harus keluar kecamatan sehingga menambah biaya operasional dan memakan waktu. Kini mereka tidak perlu jauh lagi karena mereka sudah dekat dan dengan biaya yang lebih murah. Kelurahan Kelayan Selatan termasuk penghasil padi terbesar di Kota Banjarmasin. Dalam setahun bisa panen 2 kali dengan produktifitas 2,5 ton per hektar.
Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) merupakan program pemerintah yang secara substansi berupaya dalam penanggulangan kemiskinan melalui konsep memberdayakan masyarakat dan pelaku pembangunan lokal lainnya, termasuk Pemerintah Daerah dan kelompok peduli setempat, sehingga dapat terbangun "gerakan kemandirian penanggulangan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan", yang bertumpu pada nilai-nilai luhur dan prinsip-prinsip universal.
Permasalahan kemiskinan di Indonesia sudah sangat mendesak untuk ditangani. Khususnya di wilayah perkotaan, salah satu ciri umum dari kondisi fisik masyarakat miskin adalah tidak memiliki akses ke prasarana dan sarana dasar lingkungan yang memadai, dengan kualitas perumahan dan permukiman yang jauh dibawah standar kelayakan, serta mata pencaharian yang tidak menentu.
Disadari bahwa selama ini banyak pihak lebih melihat persoalan kemiskinan hanya pada tataran gejala-gejala yang tampak terlihat dari luar atau di tataran permukaan saja, yang mencakup multidimensi, baik dimensi politik, sosial, ekonomi, aset dan lain-lain
Secara nasional PNPM  Mandiri  dilaksanakan sejak tahun 2007 dan merupakan program pro rakyat klaster 2 yang menitikberatkan pembangunan berbagai infrastruktur perdesaan dalam rangka mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Program yang diluncurkan Presiden SBY di Palu, Sulawesi Tengah, tanggal 30 April 2007 ini memadukan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah serta didukung swadaya masyarakat. Kebersamaan ini diwujudkan dalam bentuk partisipasi daerah dalam menyediakan dana melalui APBD sebagai pendamping dana APBN. Selain itu, masyarakat juga diharapkan berperan aktif baik dengan dana, tenaga dan bantuan lainnya.
Dalam PNPM Mandiri masyarakat yang merencanakan, melaksanakan, mengawasi sekaligus menikmati hasil-hasil pembangunan. Berbagai pembangunan yang dibiayai PNPM Mandiri merupakan usulan yang terseleksi secara ketat mulai dari tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan, sehingga infrastruktur yang dibangun memiliki skala prioritas tertinggi yang dibutuhkan masyarakat.
Pembiayaan utama PNPM Mandiri berasal dari APBN dan APBD, namun demikian  masyarakat pun dilibatkan berpartisipasi, sehingga memperlancar pelaksanaan program-program yang telah disepakati. PNPM Mandiri melibatkan langsung masyarakat, mulai  dari perencanaan dan pelaksanaan, sampai menikmati hasilnya.  Anggaran PNPM Mandiri tahun  2011 sebesar  Rp 10,31 triliun, mencakup 6.622 kecamatan di 33 provinsi. Sedangkan anggaran PNPM Mandiri tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi Rp 14,053 triliun, mencakup 6.860 kecamatan di 33 provinsi. Selain membangun berbagai infrastruktur, PNPM Mandiri juga memberikan dana bergulir untuk berusaha. Adapun uang yang berputar pada periode 2008-2011 sebesar  Rp 4,7 triliun yang dipergunakan oleh  3 juta  orang  yang  tersebar  di  5.020  kecamatan  dan sekitar 60.000 desa.  (Sahat Yogiantoro dan Diana Saragih)
 http://www.setkab.go.id/
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger