Home » » Pemerintah Optimis Jalan Tol Bali Rampung Jelang APEC

Pemerintah Optimis Jalan Tol Bali Rampung Jelang APEC

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, February 19, 2013 | 2/19/2013

DENPASAR- Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meyakini pembangunan mega proyek jalan di atas perairan (JDP) Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa Denpasar, bisa rampung sesuai target sebelum digelarnya pelaksanaan KTT APEC Juli 2013.
Keyakinan tersebut disampaikan Djoko usai meninjau langsung proyek JDP yang menelan anggaran hingga Rp1,7 Triliun yang dikerjakan konsorsium enam BUMN ini.
Setelah melihat langsung lokasi proyek dan mendapat penjelasan pihak Jasa Marga, Djoko menegaskan bahwa pembangunan jalan tol di Bali saat ini sudah berjalan sesuai rencana awal, on the track.
Saat ini, pengerjaan proyek fisinkya oleh kontraktor telah memasuki 23 persen terbagi dalam empat paket proyek.
Jika semua berjalan sesuai target, jalan tol Bali ini akan diserahkan bulan April tahun depan dan pada bulan Juni 2013 sudah bisa beroperasi.
Menurutnya, seluruh proses pengerjaan tol tersebut tidak menemui kendala yang berarti. Jika semuanya berjalan lancar maka uji coba operasi akan berlangsung sekitar Mei sampai Juni 2013 dan Agustus harus sudah resmi beroperasi.
Dia mengharapkan, setelah tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua beroperasi, pihak-pihak terkait segera mungkin mengatur manajemen lalulintas agar kemacetan di Bali bisa teratasi.
Terkait sorotan publik atas dampak lingkungan yang rusak akibat pengerukan laut dan pembabatan hutan mangrove, menurutnya memang dampak dalam pembangunan proyek besar selalu ada.
“Tidak ada sesuatu, kalau kita bekerja tidak ada masalah. Pasti ada masalah, namun sejarah juga menunjukkan masalah tidak pernah tidak bisa kita atasi,” tegas alumnus ITB ini.
Areal di sekitar pinggiran laut yang saat ini digali dan ditimbun, akan dikembalikan seperti semula. Jika ada tanaman mangrove yang sementara ditebang, karena untuk pelaksanaan proyek nanti akan ditanam kembali.
“Kita sudah bekerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran dan kementerian lingkungan hidup, itu bisa dilakukan,” tegasnya.
Untuk mangrove di luar jalan tol pasti bisa ditanami mangrove, sedangkan di bawah jalan tol mangrove model apa yang dapat hidup di sana. JIka sudah ditemukan maka mangrove dimaksdu akan ditanamkan di bawah jalan tol.
Dipihak lain, ada beberapa keluhan datang justru dari kontraktor yang mengaku kesulitan mendatangkan tiang pancang dari beberapa pabrik di Pulau Jawa.
Bila didatangkan lewat laut maka tiba di Bali bisa lebih dari sebulan, tetapi bila menggunakan transportasi darat maka daya angkutnya sangat terbatas, dengan pertimbangan daya angkut kendaraan dan beban jalan.
Satu tiang pancang sendiri beratnya mencapi 4,5 ton sehingga satu trailer memuat tidak lebih dari 20 tiang.
Soal penetapan tarif, pihak Kementerian PU pada prinsipnya akan mempermudah perizinan termasuk soal tarif masuk tol.
“Saya berjanji jika sudah penetapan tarif maka persetujuan pihak menteri tidak akan lama lagi. Saya janji kurang dari dua hari saya akan menyetujui tarif tol baru tersebut,” ujarnya. (RA)
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger