Home » » Udara Kota Tangerang Paling Bersih

Udara Kota Tangerang Paling Bersih

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, February 12, 2013 | 2/12/2013

Jakarta, berita21.com – Secara keseluruhan pencemaran tahun ini turun bila dibandingkan dengan 2011. Tingkat lulus uji emisi kendaraan juga naik.
BURUKNYA kualitas udara di Indonesia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengevaluasi udara perkotaan (EUP) dengan fokus uji emisi pada kendaraan bermotor di seluruh kota di Indonesia.

Dari evaluasi yang diimplementasikan lewat program Langit Biru dan Transportasi Berkelanjutan itu, KLH menilai kualitas udara di 43 kota di 33 provinsi, yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni kota metropolitan (14 ), kota besar (13), dan kota sedang/kecil (17).
“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan sejak Maret hingga Oktober 2012, terpilih lima kota metropolitan dengan kualitas udara paling baik di Indonesia, yakni Tangerang, Jakarta Selatan, Medan, Semarang, dan Jakarta Timur,” ujar Deputi Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Bidang Pengendalian Pencemaran KLH Karliansyah, pada acara Public Expose Program Langit Biru KLH kemarin di Jakarta.
Lima kota metropolitan dengan kualitas udara terburuk ialah Jakarta Pusat, Makassar, Bekasi, Depok, dan Jakarta Barat.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Udara Ade Palguna menjelaskan parameter yang dipakai sebagai dasar penilaian.
“Parameternya berdasarkan kadar karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2) di kota-kota tersebut,” ujar Ade.
Dua kota dengan kadar CO melebihi ambang batas baku mutu, lanjutnya, ialah Gorontalo dan Banda Aceh. Satu kota dengan NO2 melebihi ambang batas baku mutu, yakni Samarinda.
Karliansyah menambahkan, secara keseluruhan konsentrasi pencemaran tahun ini cenderung turun bila dibandingkan dengan 2011. Tingkat lulus uji emisi kendaraan dengan bahan bakar bensin pada 2012, misalnya, naik menjadi 88% bila dibandingkan dengan tahun lalu di angka 85%.
“Namun, tingkat lulus uji emisi kendaraan berbahan bakar solar justru turun dari 47% pada tahun lalu menjadi 43%,” papar Karli.

Usaha yang panjang
Keberhasilan Kota Tangerang meraih peringkat pertama ternyata melalui usaha yang panjang dan konsisten. Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyatakan pihaknya sejak 2010 menjalankan pengolahan gas metana di berbagai tempat pembuangan akhir dan menggalakkan penambahan ruang terbuka hijau (RTH).
“Kami menerapkan green panel di setiap persimpangan jalan, program sekolah berwawasan lingkungan, dan bank sampah,” papar Arief.
Hal serupa juga dilakukan Kota Jakarta Selatan. Menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Yusiono, pihaknya akan terus konsisten dan berupaya menempati posisi pertama.

“Pencapaian Jakarta Selatan tidak diperoleh begitu saja. Selama beberapa tahun belakangan ini, kami memprioritaskan penanaman pohon, uji emisi yang ketat, dan pemberlakuan Hari Bebas Kendaraan Bermotor,” ujar Yusiono.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Sukarno mengatakan belum mendapatkan hasil penilaian dari KLH. Menurutnya, secara kasatmata, di wilayahnya masih ada penghijauan, memiliki hutan kota di Srengseng dan taman kota. “Karena itu, kami mau melihat dahulu bagaimana persentase dibilang kotor,” ujarnya di Kantor Wali Kota.
http://nasional.berita21.com/
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger