Home » » Pro dan Kontra Kurikulum Baru

Pro dan Kontra Kurikulum Baru

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, January 15, 2013 | 1/15/2013

KOTABARU - Radarbanjar - Adanya keinginan Kemendikbud menerapkan kurikulum baru tahun 2013 ini ternyata belum sepenuhnya diterima, baik oleh para pelajar, guru dan dosen di Kotabaru. Bahkan beberapa dari mereka mengaku tidak mengetahui tentang adanya proses Kemendikbud mengganti kurikulum KTSP yang dipakai sebelumnya.

Buktinya, ketika Radar Banjarmasin menanyakan hal tersebut, sebagian dari guru, terutama yang berada di pelosok mengaku tidak mengetahui. “Kami tidak mengetahui itu. Masa kurikulum akan diganti? Maaf, kami memang kekurangan informasi di sini, biasalah kalau di pelosok ya begini ini,” kata Masdiana, salah seorang guru di desa Kampung Baru kecamatan Pulau Laut Barat.
Sedangkan para guru di kota, memang sudah mengetahui hal tersebut, tapi bagaimana bentuk pastinya kurikulum yang baru ini banyak diantara mereka yang belum tahu apa dan bagaimananya. Ketika disampaikan akan ada peleburan beberapa mata pelajaran, beberapa diantara mereka pun mengaku kurang begitu setuju, karena tentu biaya baru lagi bikin buku baru.
Sedangkan menurut mereka buku yang ada sekarang pun sudah baik. Dewi, guru SMAN 2 Kotabaru mengatakan, peleburan seperti apa yang dimaksud oleh Kemendikbub, karena itu penting untuk diketahui para guru. Kalau peleburan mata pelajaran, katanya, malah membuat salah satu mata pelajaran menjadi tidak mendalam pembahasannya, maka dia mengaku tidak setuju.

Para mahasiswa di Kotabaru pun ada yang pro dan ada yang kontra. Mereka yang kontra adalah karena ganti kurikulum seperti itu dinilai hanya menghamburkan dana saja, mereka beranggapan lebih baik kualitas guru yang ditingkatkan. Sedangkan mereka yang pro, beranggapan kalau kurikulum yang baru yang akan meleburkan berbagai mata pelajaran tentu akan memudahkan pelajar.
“Kan kalau buku yang dibawa ke sekolah sedikit, maka murid juga tidak akan terlalu repot. Dengan dileburkannya beberapa mata pelajaran, murid akan lebih sederhana belajarnya, tidak terlalu ribet lah,” kata Darwis, salah satu mahasiswa asal Kotabaru. Tapi dia juga menyesalkan kesiapan Kemendikbud dalam mensosialisasikan masalah pergantian kurikulum yang baru ini.
Katanya banyaknya guru Kotabaru yang tidak mengetahui bagaimana sistem kurikulum yang baru menjadi fakta kalau Kemendikbub belum mensosialisasikan masalah pergantian kurikulum yang baru ini dengan maksimal. 
 
Kurikulum boleh baru cuman sistem posnya harus diperbaharui, pastikan tak ada lagi tambahan pungutan kalo memang itu tak perlu dipungut lagi. Kurikulum instant, disitu enak disini nyaman yang penting anak-anak bisa lulus, dan tidak sedikit para ortu yang tidak mau repot ngurus ini itu, mesti rapat itu ini, disamping minimnya informasi dari departemen sebagian ortu beranggapan itu sudah merupakan kaplingan sekolah masing-masing. 


Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger