Home » » Lingkungan di wilayah pesisir dan konsep ‘waterfront city’

Lingkungan di wilayah pesisir dan konsep ‘waterfront city’

Written By Ikhsan Firdaus on Monday, January 07, 2013 | 1/07/2013



Wilayah pesisir merupakan wilayah yang termasuk paling banyak ditinggali manusia, termasuk di Indonesia.  Wilayah ini pula yang umumnya merupakan wilayah yang pertama dikembangkan.  Hal ini disebabkan potensinya dalam berbagai aspek, termasuk ketersediaan sumber daya air, kekayaan alam, ekosistem yang melimpah (merupakan habitat dari ratusan bahkan ribuan spesies), letak geografis yang strategis sebagai jalur lalu lintas perairan, fungsi ekologis sebagai penahan (buffer) ombak dari laut, dan lain-lain.
Karena berbagai potensinya tersebut wilayah pesisir sejalan dengan waktu merupakan wilayah terpadat di hampir seluruh negara di dunia.  Pertumbuhan penduduk yang pesat ini kemudian melahirkan berbagai kawasan (kota) besar, atau yang sering diistilahkan sebagai ‘megacity’, yaitu kota dengan jumlah penduduk 10 juta lebih.  Megacity ini banyak kita kenal sebagai kota-kota terkenal di dunia, seperti New York, San Francisco, Tokyo, Rio de Janeiro, Delhi, dan Jakarta.  
Pertumbuhan daerah-daerah pesisir menjadi kota-kota besar bahkan megacity ini selai berkontribusi pada perkembangan wilayah maupun negara, tak dapat dihindarkan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan.  Berbagai kegiatan di pelabuhan, pertambahan perumahan, perkembangan industri, lalu lintas kapal laut, dan lain-lain, telah menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dari waktu ke waktu.  Tumpahan minyak akibat kebocoran kapal tanker, pembuangan limbah domestik dari perumahan di pesisir, pencemaran logam berat dari kegiatan industri, pencemaran nutrient dari berbagai sumber yang mengakibatkan eutrofikasi (pertumbuhan alga yang tak terkendali yang menyebabkan defisit oksigen di perairan pantai), penyebaran penyakit akibat patogen yang terbawa limbah, dan lain-lain,  merupakan permasalahan lingkungan yang saat ini terjadi secara umum di kota-kota di wilayah pesisir di dunia.
Indonesia tak terkecuali.  Ratusan kota pesisir dengan penduduk lebih dari 10.000 orang berada di negara kita ini, dan kota-kota yang paling besar adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar, Semarang.  Kota-kota ini telah menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  Kondisi lingkungan di kota-kota di wilayah pesisir telah menjadi perhatian dan keprihatinan banyak pihak terutama yang bergerak di bidang lingkungan.  Sebagaimana umumnya kota-kota pesisir di negara lain, kota-kota pesisir di Indonesia pun mengalami penurunan kualitas linkungan secara signifikan.
Jakarta, misalnya, sebagai ibu kota dan kota terbesar di Indonesia, mengalami penurunan kualitas lingkungan dari waktu ke waktu, ditandai dengan pencemaran yang parah di Teluk Jakarta, di mana berbagai pembuangan baik dari perumahan maupun industri di ibu kota ini.
Perkembangan yang tidak menguntungkan dari segi lingkungan ini perlu mendapat perhatian banyak pihak, sebelum kondisi  yang tak dapat lagi dipulihkan terjadi di kota-kota pesisir tersebut.

Berbagai alternatif pengelolaan wilayah pesisir banyak dikembangkan.  Salah satunya adalah konsep ‘waterfront city’, yaitu perencanaan dan pengelolaan kota pesisir yang mengedepankan fungsi air sebagai sumber daya utama sekaligus daya tarik wisata bagi pengembangan kota tersebut.  Sumber daya air (dalam hal ini perairan pesisir – pantai dan estuari) dijadikan titik sentral pengembangan aspek-aspek lain dalam pembangunan, seperti kegiatan ekonomi, industri, aktivitas sosial, arsitektur kota, pariwisata, dan lain-lain. 
Pembangunan kota-kota pesisir dengan konsep ‘waterfront city’ ini berpijak pada paradigma dan cara pandang yang baru terhadap sumber daya air, yaitu sebagai sumber daya primer untuk pengembangan sebuah kawasan.  Dengan cara pandang yang baru ini konservasi sumber daya air menjadi kepentingan semua pihak di kawasan tersebut.
Konsep ini telah banyak dikembangkan di berbagai kota di dunia, termasuk di kota-kota yang disebutkan di awal tulisan ini.  Jakarta pun telah mengembangkan konsep ini, walau perencanaan yang menyeluruh masih merupakan sebuah proses panjang.  Diharapkan kota-kota lain di pesisir di Indonesia dapat dikembangkan dengan cara yang lebih baik khususnya dalam pendekatannya terhadap sumber daya air, sehingga lingkungan di kota pesisir diharapkan lebih baik di masa depan.
 http://itb89.org/


Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger