Home » » Rahbar dan Apresiasi Prestasi Generasi Muda Iran

Rahbar dan Apresiasi Prestasi Generasi Muda Iran

Written By Ikhsan Firdaus on Sunday, November 04, 2012 | 11/04/2012

Kalangan muda Republik Islam Iran sepanjang sejarah negara ini pasca kemenangan Revolusi Islam senantiasa diwarnai dengan prestasi gemilang. Sanksi dan boikot negara-negara arogan dan musuh Revolusi Islam ternyata tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Iran untuk menggapai prestasi baik di tingkat dalam negeri, regional maupun internasional.
 
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyebut faktor utama yang mendorong musuh menerapkan represi terhadap bangsa Iran adalah sikap independensi negara ini dan tekad gigih rakyat Iran untuk tidak menyerah serta tunduk pada kubu arogan dunia. Poin penting ini kerap digelontorkan para pemimpin Iran. Wajar jika rakyat negara yang tengan ditekan dari berbagai pihak, khususnya Amerika Serikat yang gemas dengan keberadaan dan sikap pemerintah dan rakyat Iran yang tidak mau tunduk pada Washington, terus mendapat pencerahan dari pemimpin besar mereka yang memahami dengan baik seluk-beluk strategi musuh.
 
Ketabahan dan resistensi bangsa Iran selama lebih dari tiga dekade terhadap sanksi dan tekanan polisi dunia (AS) patut diapresiasi. Ketegaran bangsa ini membela prinsip-prinsip ideologinya memang tidak ada duanya di dunia ini. Selama tiga dekade tekad bangsa ini mempertahankan cita-cita Revolusi Islam tidak pernah luntur, baik di generasi tua maupun muda.
 
Rabu (3/10), Rahbar menerima kunjungan seribu pemuda berprestasi Iran. Di pertemuan tersebut menjelaskan urgensitas gerakan sains nasional. Beliau menilai pentingnya untuk meraih analisa benar terkait posisi negara dan menyebutnya sebagai kesadaran atas kapasitas dan rahasia kekuatan pemerintah Islam. Hal inilah yang menjadi alasan bagi musuh untuk menekan Iran dan di sisi lain menjadi faktor kegagalan mereka. Rahbar menjelaskan bahwa bangsa Iran tidak akan penah sudi tunduk pada represi musuh. Sikap ini pulalah yang membuat musuh semakin memusuhi Republik Islam.
 
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab itu, Ayatullah al-Udzma Khamenei menyampaikan ucapan selamat kepada para pemuda elit berprestasi atas taufik yang dicapai dalam rangka aktualisasi potensi dan kemampuan yang ada. Kepada para pemuda, beliau menandaskan, "Kalian semua, para pemuda yang tercinta, tidak semestinya puas dengan prestasi yang sudah dicapai. Yang mesti dilakukan adalah menjadikan benih yang sudah ditanam ini menjadi tunas kokoh yang di semua kondisi akan memberikan buahnya yang manis yang bisa dinikmati oleh negara dan bangsa ini, juga sejarah dan akhirnya semua umat manusia."
 
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung pandangan dan usulan yang disampaikan beberapa pemuda berprestasi di awal pertemuan itu seraya menyebutnya sebagai pandangan dan pemikiran yang cermat dan didasari oleh pemikiran yang mendalam, kejujuran dan kesucian. Beliau mengimbau para pejabat negara untuk memperhatikan pandangan-pandangan tersebut dan mempelajarinya dengan seksama.
 
"Ketika para pemuda sedemikian bersemangat, optimis, bernas dan penuh rasa tanggung jawab dalam menyampaikan pandangan mereka tentang kemajuan dan masa depan negara, maka terciptalah kondisi yang sangat menarik. Semangat seperti ini harus ditubuhkembangkan di tengah para pemuda khususnya kalangan muda berprestasi," imbuh beliau.
 
Rahbar mengingatkan pesan Imam Khomeini (ra) setelah kemenangan yang diraih pasukan Islam dalam operasi militer Tariq al-Qods di masa Perang Pertahanan Suci, seraya menambahkan, "Dalam pesan itu, Imam Khomeini menyebut pendidikan para pemuda yang sudah berhasil mengukir kemenangan di saat-saat yang sangat sulit itu sebagai ‘fathul futuh' atau kemenangan terbesar revolusi Islam. Kini, semangat dan rasa tanggung jawab para pemuda berprestasi akan masa depan negara juga bisa disebut fathul futuh revolusi Islam."
 
Seraya menyatakan bahwa mempertahankan semangat ini akan membuahkan keuntungan bagi negara dan bangsa dalam memanfaatkan kelebihan para pemuda berprestasi, beliau mengatakan, "Ketika seorang pemuda elit berprestasi dengan semangat dan motivasi seperti ini mengarungi perjalanan untuk kemajuan keilmuan berarti telah menjadikan modal pribadinya yang berupa prestasi menjadi modal kekayaan bagi negara yang akan dimanfaatkan oleh semua."
 
Ayatollah al-Udzma Khamenei mengapresiasi suasana dialog kemajuan keilmuan di Iran seraya menggarisbawahi, "Tentunya ada satu kekhawatiran di sini. Yaitu, dengan adanya kemajuan keilmuan yang pesat di negara ini muncul rasa kepuasan dan kecukupan, padahal kita masih di awal perjalanan. Gerakan keilmuan yang pesat ini jangan sampai melemah atau terhenti."
 
Menyinggung ketertinggalan Iran di bidang keilmuan yang terjadi akibat kebijakan para penguasa yang dependen dan lemah di masa lalu, beliau mengatakan, "Masih ada jarak yang jauh dengan kemajuan yang dicapai oleh para pesaing lain yang relatif kuat di kawasan, dan ini adalah fakta yang meniscayakan langkah lebih cepat dalam melanjutkan gerakan keilmuan untuk mencapai titik ideal yang layak bagi bangsa Iran."
 
Pujian dan dorongan dari pemimpin besar Iran ini tak pelak akan menjadi cambuk bagi generasi muda negara ini untuk terus berkarya dan berprestasi. Harapan beliau kepada pejabat pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk memberikan fasilitas dan sarana memadai bagi mereka yang berprestasi kian menambah semangat pemuda Iran untuk berlomba menunjukkan dirinya sebagai yang terbaik.
 
Negara jika ini maju dan eksis di tengah persaingan global harus memperhatikan dengan baik sumber daya manusia yang dimilikinya, khususnya kaum muda. Karena generasi inilah yang nantinya akan membawa dan muncul sebagai pemimpin berikutnya. Persiapan terhadap generasi muda untuk menyongsong masa depan memang membutuhkan waktu, dana dan kesabaran yang tak terhingga. Dan Iran tengah melangkah ke arah ini. Tengok saja sikap Iran yang mempertahankan program nuklir sipilnya. Rahbar di berbagai kesempatan menjelaskan bahwa program ini diperuntukkan bagi generasi mendatang Iran. Ini merupakan warisan bagi generasi mendatang dan membuat mereka nantinya tidak tergantung pada pihak lain, khususnya negara arogan dunia sehingga bisa disetir. (IRIB Indonesia/MF) 
http://indonesian.irib.ir/
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger