Home » , » Wali Kota Bandung Bikin 30 Kampung Kreatif

Wali Kota Bandung Bikin 30 Kampung Kreatif

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, August 05, 2014 | 8/05/2014

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dalam lima tahun mendatang, Pemerintah Kota Bandung akan membuat 30 kampung kreatif, masing-masing satu di setiap kecamatan. Saat ini baru ada lima kampung kreatif yang diresmikan.
"Ini bagian dari mimpi masa depan. Satu per satu kampung-kampung di Bandung harus menunjukkan identitasnya, kemudian harus dirayakan," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil setelah meresmikan Kampung Akustik di Jalan Cicadas Pasar 2 RW 04, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Minggu (8/12/2013).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan, Pemkot Bandung juga berkomitmen membuat satu taman bermain di setiap satu kampung. Di kampung akustik ini, sudah ditemukan sebidang tanah yang bisa dijadikan taman bermain. "Mudah-mudahan tahun depan bisa dibebaskan dan kampung ini punya tempat resmi taman bermain yang didedikasikan untuk kreativitas anak di sini," katanya.
Emil menjelaskan, di setiap kampung kreatif akan ada ekologi taman bermain, festival, dan keunikan lokal yang bisa menjadi potensi ekonomi. Misalnya kampung akustik yang berpotensi besar di musik, maka ruang-ruang bermain musik harus diperbanyak.

Di kampung kreatif juga harus ada minimal satu rumah hotel. Wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi pertunjukan kesenian, tapi juga merasakan keseharian warga sekitar. "Rumah hotel sudah ada di tiga kampung. Satu di Dago Pojok, satu di Cicukang, dan satu di Kampung Pasundan," kata Emil.
Ada kriteria supaya suatu kampung menjadi kampung kreatif, yakni kampung tersebut mau diadvokasi. Sudah banyak proposal mengenai kampung kreatif yang diterima Pemkot Bandung.
"Tetapi tidak sesederhana diterima dan langsung dirayakan. Butuh proses, sehingga diharapkan inisiatif bukan dari luar saja, tapi dari dalam (kampung). Supaya kebanggaan lokalitasnya muncul karena mereka sendiri yang mengerjakan," tutur Emil. Advokasi kampung akustik sendiri membutuhkan waktu dua tahun.
Guntur Affandi (40), atau yang akrab dipanggil Abah Guntur, menjadi penanggung jawab kampung akustik. Abah Guntur mengatakan, warga setempat awalnya belum mengerti arah dan konsep kampung akustik. Namun perlahan tapi pasti, warga mulai paham. "Di kampung akustik tak harus ada penggerak secara khusus. Sekarang warga mulai mengerti konsep kampung ini," ujarnya.
Abah Guntur mengatakan, saat ini warga sedang belajar menggambar. Anak-anak muda sudah punya keberanian menggambar di tempat umum saja sudah bagus. Lalu di kampung ini juga sedang dikembangkan pencak silat dan tari-tari tradisional. Ada juga keahlian musik unik seperti musik eksperimen dan musik dapur ibu-ibu yang alat musiknya berupa peralatan dapur.
Abah Guntur menceritakan, awalnya di kampung ini memang banyak pengamen. Seiring dengan waktu, para pengamen ini beralih profesi. "Akustik sendiri berkonotasi tak selalu ke musik. Dalam bahasa seniman, akustik itu dari alam," katanya. Warga di kampung ini ada sekitar 200 kepala keluarga yang sebagian besar berdagang.
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger