Home » » Jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya bentuk pencitraan Dahlan

Jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya bentuk pencitraan Dahlan

Written By Ikhsan Firdaus on Tuesday, October 15, 2013 | 10/15/2013

Catatan Dahlan Iskan;
Kok ya masih ada yang pesimis ya. Pak Joko ini membandingkan ide Jlan tol Diatas Laut dengan tidak lakunya Jalan Tol Bakrie yang dijual ke MNC. Pak joko apa belum perna liat jalan tolnya Bakrie ya. Jalan tol kok lebih mulusan jalan di kampun admin.

Hak tol di darat sudah dikuasai mafia proyek. pengadaan tanahpun sudah dikuasai mafia tanah. Tidak masuk akal ada sebagian warga didaerah batang jawa tengah minta tanahnya dihargai 5jt/mtr. Jalan tol trans jawa mandeg gara2 pembebasa lahan terhambat mafia tanah.

Itu adalah alasan utama Dahlan Iskan melemparkan ide yang diamini 19 Konsorsium BUMN. Jika layak di buat thn 2015 jalan tol ini sudah siap beroperasi.

---------
Jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya bentuk pencitraan Dahlan

Terinspirasi dari keberhasilan pengembangan jalan tol Nusa Dua-Tanjung Benoa, Bali, pemerintah melalui penggagas utama yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bakal membangun tol di atas laut sepanjang Pantai Utara Jawa (Trans Pantura).

Tidak main-main, setidaknya 19 BUMN telah dipersiapkan untuk pembangunan mega proyek ini. Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyampaikan siap merealisasikan tol atas laut Jakarta-Surabaya.

Dahlan beralasan pengerjaan proyek secara keroyokan tingkat presentase keberhasilannya tinggi. Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Dahlan langsung meminta ke-19 BUMN ini melakukan studi awal.

Atas hal tersebut, pengamat transportasi Joko Setijowarno mengakui Dahlan memang termasuk orang yang dapat dikatakan sukses melalui aksi-aksinya dalam memaksimalkan kinerja anak buahnya. Namun, untuk ide membangun tol di atas laut dari Jakarta sampai ke Surabaya ini, dia menilai hal tersebut tidak realistis dan hanya bentuk pemborosan saja.

Terlontarnya ide ini, menurutnya, hanya bentuk pencitraan Dahlan saja sebelum masa jabatannya habis 2014 mendatang.

"Rencana itu hanya untuk menyenangkan menteri (Dahlan) karena kan masa jabatannya tinggal setahun lagi," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (7/10) malam.

Ketidakrealistisan proyek tersebut, lanjutnya, dikarenakan sudah banyak kasus jalan tol yang tidak laik dan akhirnya tak dapat mencapai keuntungan karena tidak laku. Dia mencontohkan, ruas jalan tol Kanci-Pejagan.

"Jalan tol yang sudah ada saja tidak laku, contohnya jalan tol milik Bakrie yang akhirnya dijual ke MNC," jelas dia.

Adanya jalan tol Trans Jawa ini, Joko mengatakan manfaatnya dalam mengurangi kemacetan hanya bersifat sementara saja. Pasalnya, jalan tol justru akan memicu pertumbuhan kendaraan bermotor dan pada akhirnya bermuara pada masalah peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Ya awalnya memang tidak macet, tapi nanti juga bakal macet. Mobil tambah banyak, nanti BBM juga akan naik lagi," ungkapnya.

Pemerintah diminta tidak usah sibuk memikirkan ambisi Dahlan yang akan menggarap proyek megah ini. Sebab, jalur pantai utara (pantura) saat ini dinilai masih cukup aman. Kalaupun ada kendala kemacetan, itu hanya terjadi pada saat hari raya Lebaran saja.

"Pantura itu masih laik, hanya saja memang setiap tahunnya pemerintah harus menganggarkan dana lebih untuk memperbaiki jalan," ujar dia,

Joko menyarankan agar Dahlan lebih baik menyuarakan ide untuk mengatasi kemacetan terutama saat Lebaran tiba, salah satunya dengan mengerjakan proyek pembuatan kereta cepat. Ini dinilai lebih dapat menguntungkan semua pihak terutama masyarakat.

"Buat ide jalan tol itu udah biasa, kan masyarakat maunya cepat. Lebih baik ide membuat kereta cepat dari Jakarta ke Surabaya bisa kan empat jam tibanya," tutupnya.

Rekan Dahlan di pemerintahan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sudah menanggapi dingin wacana mantan bos PLN ini. Ide Dahlan itu belum menjadi prioritas saat ini.

"Masih akan memprioritaskan pembangunan tol Trans Jawa daripada tol yang digagas Dahlan," ujar menteri yang bertanggung jawab atas infrastruktur nasional ini.

Mimpi Dahlan membangun tol di atas laut Jawa tidak akan terlaksana tanpa persetujuan Djoko. Sebab, kata dia, Kementerian PU yang berwenang menentukan jaringan jalanan nasional.

Seperti diketahui, proyek tol Jakarta-Surabaya ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 150 triliun. Panjang tol itu sendiri ialah 775 kilo meter (Km).

Beberapa BUMN yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek ini antara lain Jasa Marga, Adhi Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jamsostek, Taspen, Pembangunan Perumahan (PP), Brantas Abipraya, Istaka Karya, Pelindo II, Pelindo III, Semen Indonesia, Krakatau Steel.
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger