Home » » PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGELOLA KEBERSIHAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGELOLA KEBERSIHAN

Written By Ikhsan Firdaus on Sunday, December 09, 2012 | 12/09/2012

Kebersihan merupakan salah satu masalah klasik sebuah wilayah hunian, persoalan serius yang dialami hampir semua kota besar di Indonesia termasuk Kota Denpasar. Tidak mengherankan jika yang namanya kawasan kumuh, akan dijumpai di beberapa sudut kota. Selain itu ancaman bahaya banjir, sudah menjadi siklus rutin tahunan disetiap musim hujan tiba.

Mengubah prilaku warga untuk hidup bersih memang sulit. Namun, untuk menuju perubahan prilaku, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Di tengah mewabahnya ancaman demam berdarah (DB), lomba kebersihan banjar dinilai layak dijadikan strategi dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan. Walaupun masih ada sebagian masyarakat yang kurang taat dalam mengikuti aturan-aturan kebersihan, terutama dalam membuang sampah. Masyarakat kurang taat dengan waktu dan tempat pembuangan sampah. Hal inilah yang tengah ditanggulangi instansi terkait yang memiliki tanggung jawab di bidang kebersihan.

Kendala lain yang juga dihadapi instansi pengelola kebersihan adanya pembuangan sampah oleh masyarakat dilahan-lahan kosong yang ada. Lahan-lahan kosong yang ditinggal pemiliknya ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuang sampah. Disatu sisi perlu dicatat meningkatnya volume sampah di beberapa daerah di Bali, terutamanya lagi di Kota Denpasar, erat kaitannya dengan jumlah penduduk. Belum lagi sampah-sampah dari alam dan tumbuh-tumbuhan.

Bangkitkan Prilaku Bersih Melalui Lomba Menghadapi kenyataan permasalahan kebersihan lingkungan, terutamanya belum maksimalnya partisipasi peran serta masyarakat dalam ikut mengelola kebersihan sampah. Beberapa waktu lalu menjelang HUT Kota Denpasar, Walikota Denpasar, A.A. Puspayoga mengeluarkan ide cerdas dalam memompa peran serta warga Denpasar dalam mengelola kebersihan melalui lomba kebersihan lingkungan banjar. Gagasan lomba kebersihan ini barang tentu memacu semangat masing-masing banjar dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Tidak semata-mata kebersihan masing-masing lingkungan, namun lomba kebersihan ini juga akan memperindah Kota Denpasar. Tidak bisa dipungkiri sejak mulai diwacanakannya lomba pertama kalinya ini, masyarakat banjar bergiat diri melakukan aktivitas kebersihan.

Lomba kebersihan antar banjar yang pertama kali dilaksanakan, penilaiannya tidak semata-mata menialai kebersihan sesaat. Sebaliknya lebih menekankan pada perilaku masyarakat untuk hidup bersih. Melihat masih cukup banyaknya warga yang tak mempedulikan kebersihan lingkungan. Misalnya saja kebiasaan membuang sampah sembarangan, dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada dilingkungannya. Atau masih ada diantara warga membuang sampah ke dalam saluran got yang ada di depan rumah. Kebiasaan asal buang tersebut, tentu saja akan memunculkan persoalan baru. Seperti sumber penyakit dan bau tidak sedap. Demikian juga dengan kebiasaan membuang sampah di got, yang masih banyak dilakukan masyarakat. Bagi mereka yang berada di hulu mungkin tidak ada masalah. Tapi mereka yang bermukim dihilir yang akan merasakan dampaknya. Padahal jika terjadi musibah, merupakan ancaman bagi banyak orang. Sesungguhnya yang terpenting bagaimana menumbuhkan perilaku hidup bersih dikalangan warga. Jika perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan, dapat dipastikan lingkungan akan menjadi bersih.

Menilai sebuah banjar dari segi kebersihan, tentu akan membawa dampak yang positif, jika dilakukan terus menerus dengan kesadaran warga banjar. Ada tidak perayaan ulang tahun kota, banjar mestinya tetap bersih, termasuk lingkungannya. Tingkat kebersihan tersebut sangat tergantung dari penduduk banjar. Jika penduduknya tidak tertib dan taat jadwal dalam membuang sampah, masih berprilaku tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan, maka akan memiliki konsekwensi kurang sadarnya masyarakat tersebut dengan kebersihan. Kebersihan memiliki hubungan langsung dengan tertibnya warga banjar dalam memenuhi administrasi desa, termasuk dalam memanfaatkan lingkungan untuk lahan mencari penghidupan setiap hari. Bagaimana lingkungan banjar mau bersih jika warga banjar masih tidak tertib dan tidak peduli terhadap kebersihan yang berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat setempat?

Biasanya pelaksanaan sebuah perlombaan, lebih mengutamakan hadiah yang diperebutkan. Akan tetapi berbeda dengan lomba kebersihan yang dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar. Sasaran yang ingin dicapai bukan saja bersih pada saat lomba, namun lebih dari itu melalui lomba kebersihan banjar masyarakat diharapkan termotivasi dan terbiasa melakukan kebersihan dilingkungan banjarnya masing-masing. Sasarannya lomba bukanya sekadar mencari siapa yang mampu mengelola kebersihan pada saat lomba tapi terpenting bagaimana dengan kegiatan ini bisa mengubah prilaku warga agar hidup bersih. Program kepedulian terhadap kebersihan memang harus dimulai dari hal-hal yang praktis. Peduli lingkungan hendaknya menjadi budaya warga. Lomba semacam ini bukan saja di Denpasar, namun bagaimana lomba kebersihan ini menjalar ke kabupaten lainnya di Bali, tentunya menjadi tanggung jawab Propinsi Bali dalam mengelolanya, agar ke depan Bali tidak lagi dikelilingi masalah sampah. 
 

Penulis : A.A. NGR. OKA WIRANATA
http://www.denpasarkota.go.id




Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger