Home » » Kemiskinan Di Indonesia

Kemiskinan Di Indonesia

Written By Ikhsan Firdaus on Sunday, December 23, 2012 | 12/23/2012

Potret Kemiskinan Indonesia
SIHIR DAN PESONA DESA TERTINGGAL
Oleh: A Helmy Faishal Zaini
Selama kurang lebih sepekan saya melakukan kunjungan kerja di beberapa daerah tertinggal di Provinsi Papua Barat.
Seperti kunjungan kerja di daerah-daerah lain, tujuan kunjungan kerja ini guna melihat kondisi riil daerah-daerah tertinggal, belanja masalah, serta menyerap aspirasi, masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat, selain secara seremonial meresmikan dan/atau memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok sasaran. Dalam setiap kunjungan kerja selalu ada yang menjadi daya tarik. Ternyata daerah-daerah tertinggal memiliki potensi yang begitu luar bisa.Kerap saya mengatakan bahwa mereka sesungguhnya adalah “mutiara-mutiara terpendam”.Begitu juga dengan daerah-daerah tertinggal yang ada di Provinsi Papua Barat ini.
Di daerah kepala burung ini bukan hanya mutiara-mutiara terpendam saja, tetapi lebih dari sekadar itu: ada sesuatu yang “menyihir”saya, yakni sejuta pesona keindahan alam surgawi. Seperti tanah Papua pada umumnya, pesona keindahan alam surgawi ini sungguh tak bisa terucapkan. Sukar sekali rasanya menggambarkannya dengan kata-kata. Betapa tidak. Rangkaian gunung, gugusan pulau-pulau besar dan kecil, hamparan laut biru yang membentang dan melingkari gugusan pulau semuanya begitu eksotik. Sempurnalah lukisan Ilahi di bumi surgawi. Benar-benar paripurna. Lihat saja, kunjungan saya ke Kabupaten Fak Fak memberikan kenangan yang tak terlupakan.
Saya dan rombongan disuguhi pemandangan alam yang begitu indah. Sejauh mata memandang, alangkah menawan dan eloknya pemandangan darat dan laut yang dipancarkan dari bumi Fak Fak ini. Keindahan pantai di Fak Fak di senja hari tidak jauh dari keindahan senja di Kaimana seperti digambarkan oleh Alfian dalam syair lagu Senja di Kaimana. “Kan kuingat slalu/Kan kukenang slalu/Senja indah senja di Kaimana/Seiring surya/Meredupkan sinar….” Lain lagi dengan Raja Ampat, rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian kepala burung (vogelkoop) Pulau Papua. Wilayah Raja Ampat terdiri atas gugusan pulau besar dan kecil. Jumlah keseluruhan pulau yang ada di Raja Ampat sekitar 610 pulau.
Saking banyaknya pulau-pulau tersebut, orang Papua sering menyebutnya sebagai kabupaten kepulauan. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 35 pulau yang ada penduduknya dan empat pulau dengan penduduk terbesar adalah Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo. Mengunjungi Raja Ampat bagaikan kita melihat panorama surgawi, pancaran pesona keindahan alam yang tak terkira. Eksotik dan menakjubkan. Sebut saja misalnya saat saya mengunjungi Kampung Warsandim, Distrik Mayalibit di Kepulauan Waigeo. Panoramanya begitu indah dan eksotik saat mengarungi birunya laut dan melihat gugusan pulau kecil yang bertebaran di hamparan laut biru. Begitu indah, begitu cantik, dan begitu eksotik. Saya hanya bisa berucap: Subhanallah.
Begitu agung Tuhan menciptakan pemandangan alam di negeri tercinta ini. Selain pemandangan alam yang indah dan eksotik, Raja Ampat merupakan kawasan wisata bahari yang prospektif. Wisata bahari Raja Ampat merupakan kawasan wisata bahari terbaik di Indonesia. Raja Ampat bisa menjadi pilihan utama wisata bahari di Indonesia dibandingkan kawasan wisata bahari lain karena memiliki hamparan terumbu karang yang cukup baik.Kawasan Raja Ampat jugamemiliki panorama dan keragaman ekosistem yang cukup banyak.
Hasil penelitian Conservation International Indonesia (CII) menyebutkan bahwa Raja Ampat atau kawasan bentangan kepala burung (bird’s head seascape) memiliki kekayaan 1.200 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang yang masih utuh dan jumlah jenisnya sebanyak 75% dari keanekaragaman spesies hayati bawah laut yang ada di dunia. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya.Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan konturlandaihinggacuram.Spesies yang unik yang bisa dijumpai adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari manta.

Intervensi KPDT
Dengan potensi yang dimiliki daerah-daerah tertinggal,saya memiliki keyakinan bahwa mereka akan cepat terentaskan dari ketertinggalannya. Umumnya daerah-daerah tertinggal yang ada memiliki sumber daya alam yang dapat didayagunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran yang sebesar- besarnya bagi rakyat. Dalam berbagai kesempatan saya kerap mengatakan sebuah postulat terkait dengan sumber daya alam (SDA) yang kita miliki dengan jumlah penduduk negeri kita tercinta ini.Adapun postulat yang saya kemukakan adalah: jumlah SDA dibagi jumlah penduduk sama dengan kesejahteraan.
Dengan SDA yang kita memiliki, baik di darat maupun di laut seperti yang tergambar pada daerah-daerah tertinggal di atas, seharusnya tidak ada rakyat miskin di negeri ini. Namun, faktanya, masih banyak saudara kita yang hidup dalam garis kemiskinan sehingga pemerintah kemudian melakukan berbagai terobosan kebijakan untuk mengurangi angka kemiskinan. Di antara kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah melalui pemberian subsidi (seperti subsidi pangan, pupuk, benih,dan kredit program) serta bantuan sosial seperti program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Program Keluarga Harapan( PKH).
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan melalui bantuan langsung masyarakat sebagai bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan serangkaian kebijakan ini diharapkan angka kemiskinan menjadi berkurang dari sekitar 14% pada tahun ini menjadi 8% pada akhir 2014. Sementara itu, usaha yang telah, sedang, dan akan dilakukan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah-daerah tertinggal dan untuk mempercepat pengentasan daerah-daerah tertinggal adalah dengan membentuk berbagai instrumen untuk mengakselerasinya.
Di antaranya melalui kebijakan percepatan pembangunan sosial ekonomi daerah tertinggal, percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan daerah tertinggal, percepatan pembangunan kawasan produksi daerah tertinggal, dan percepatan pembangunan pusat pertumbuhan daerah tertinggal. Kebijakan-kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk intervensi KPDT dalam upaya mempercepat pengentasan daerah-daerah tertinggal agar sejajar dengan daerah-daerah lain yang sudah maju. (*)

Penulis adalah Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
Sekitar 75 persen warga Papua diperkirakan masih hidup di bawah garis kemiskinan akibat keterbatasan sarana dan prasarana transportasi laut, darat, dan udara di daerah itu. “Sarana dan prasarana transportasi di Papua sangat berpengaruh terhadap kehidupan warga masyarakat Papua,” kata Gubernur Papua Drs JP Salossa Msi.
Salossa mengatakan keterbatasan sarana dan prasarana transportasi dapat menghambat program-program pembangunan pemerintah yang akan dilaksanakan bagi kepentingan masyarakat di seluruh Papua.
Tingkat kehidupan masyarakat di Papua, menurut Gubernur, kini sangat memprihatinkan bahkan dapat dikategorikan masih banyak masyarakat Papua yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Katanya, Masyarakat Papua kini membutuhkan perhatian secara serius dari pihak pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini terpuruk.
Namun Gubernur merasa optmis dengan pemberlakuan UU No 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dapat mengangkat ketertinggalan dan kemiskinan masyarakat di Tanah Papua.
Tingkat kehidupan ekonomi masyarakat di Tanah Papua memprihatinkan sehingga pihak pemerintah daerah melalui Otsus dapat mempriroritaskan bidang ekonomi masyarakat dalam mensejahterakan masyarakat yang ada di provinsi tertimur itu.
Sebagai Gubernur Papua, ia sangat mengharapkan dukungan masyarakat terhadap pemberlakuan Otsus agar benar-benar dapat mengatasi sekaligus menghapus kemiskinan di Tanah Papua.
Oleh karena itu untuk mengatasi keterpurukan ekonomi masyarakat Papua, diperlukan koordinasi dan perhatian yang serius dari pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga meminta kepada para bupati dan walikota se-Papua agar dapat mensosialisasikan Otsus, agar dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat sehingga pada gilirannya pembangunan dan peberyaaan ekonomi rakyat di seluruh Papua dapat berjalan seperti yang diharapkan.

Kemiskinan dan Permukiman Kumuh di Perkotaan

Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hampir setiap sudut kota. Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai permukiman masyarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan.
Tulisan ini mencoba untuk memberikan penjelasan tentang upaya untuk mengatasi kemiskinan di perkotaan sekaligus pula untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin.
Peremajaan Kota
Pendekatan konvensional yang paling populer adalah menggusur permukiman kumuh dan kemudian diganti oleh kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih bermartabat. Cara seperti ini yang sering disebut pula sebagai peremajaan kota bukanlah cara yang berkelanjutan untuk menghilangkan kemiskinan dari perkotaan.
Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat telah bermukim lama di lokasi tersebut. Menggusur adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak berkurang. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi permukimannya yang baru.
Di Amerika Serikat, pendekatan peremajaan kota sering digunakan pada tahun 1950 dan 1960-an. Pada saat itu permukiman-permukiman masyarakat miskin di pusat kota digusur dan diganti dengan kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih baik. Peremajaan kota ini menciptakan kondisi fisik perkotaan yang lebih baik tetapi sarat dengan masalah sosial. Kemiskinan hanya berpindah saja dan masyarakat miskin yang tergusur semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan karena akses mereka terhadap pekerjaan semakin sulit.
Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut, gelandangan dan kriminalitas. Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu, pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan.
Aktivitas Hijau oleh Masyarakat Miskin
Paling sedikit saya menemukan dua masyarakat miskin di Jakarta yang melakukan aktivitas hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan sembari menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin. Seperti dapat ditemui di Indonesia’s Urban Studies, masyarakat di Penjaringan, Jakarta Utara dan masyarakat kampung Toplang di Jakarta Barat mereka mengelola sampah untuk dijadikan kompos dan memilah sampah nonorganik untuk dijual.
Aktivitas hijau di Penjaringan, Jakarta Utara dilakukan melalui program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri yang diprakarsai oleh Mercy Corps Indonesia. Masyarakat miskin di Penjaringan terlibat aktif tanpa terlalu banyak intervensi dari Mercy Corps Indonesia. Program berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kumuh di Penjaringan. Masyarakat di Penjaringan sangat antusias untuk melakukan kegiatan ini dan mereka yakin untu mampu mendaurlang sampah di lingkungannya dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan yang juga akan berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan di lingkungannya.
Sementara itu aktivitas hijau di kampung Toplang, Jakarta Barat diprakarsai oleh dua orang pemuda kampung tersebut yang juga adalah aktivis Urban Poor Consortium dan mengetahui bisnis pendaurulangan sampah. Kedua orang ini mampu meyakinkan rekan-rekan di kampungnya untuk melakukan kegiatan daur ulang sampah. Seperti yang terjadi di Penjaringan, masyarakat kampung Toplang mendukung penuh dan antusias terhadap bisnis pendaurulangan sampah ini. Malahan mereka optimis bahwa kegiatan mereka juga dapat mendaurulang sampah dari luar kampung mereka dan menciptakan lebih banyak pendapatan bagi masyarakat kampung Toplang.
Kedua aktivitas hijau tersebut adalah wujud pemberdayaan masyarakat miskin untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan sekaligus mengentaskan kemiskinan. Peranan Mercy Corps Indonesia yang memprakarsai program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri di Penjaringan, Jakarta Utara dan dua orang aktivis pemuda asal kampung Toplang yang memprakarsai aktivitas hijau di kampung Toplang adalah sangat vital dalam upaya pemberdayaan masyarakat ini. Tanpa inisiatif mereka, pemberdayaan masyarakat miskin tidak akan terjadi dan kemiskinan tetaplah menjadi masalah di kedua permukiman kumuh tersebut.

Penutup
Cara untuk mengatasi kemiskinan dan rendahnya kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin adalah tidak dengan menggusurnya. Penggusuran hanyalah menciptakan masalah sosial perkotaan yang semakin akut dan pelik. Penggusuran atau sering diistilahkan sebagai peremajaan kota adalah cara yang tidak berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan.
Aktivitas hijau seperti yang dilakukan oleh masyarakat Penjaringan dan Kampung Toplang merupakan bukti kuat bahwa masyarakat miskin mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan juga mengentaskan kemiskinan. Masyarakat miskin adalah salah satu komponen dalam komunitas perkotaan yang mesti diberdayakan dan bukannya digusur. Solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan dan permukiman kumuh di perkotaan adalah pemberdayaan masyarakat miskin dan bukanlah penggusuran.
Share this article :

Post a Comment

Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Daftar Isi

Recent Post

Download Gratis

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Blogs Aksara - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger