Dengan menyebut namaMu lembaran ini kulantunkan dengan harapan akan kebersihan hati ini, kuluapkan kekesalan hari ini, berkat asma MU berkat orang-orang shaleh yang memujaMU. Keluhuran ikhlas tak lagi kutancapkan sebagaimana ibu dan bapakku menjagaku. Ku disibukkan dengan segenggam garam ini, berdebu di rayapi materi, aku semakin melupakanmu.
Sesudah kesulitan akan datang kemudahan, ku ulangi berkali-kali. Janganlah kau mengaku beriman, sementara kau tak tahan dengan ujian ini. Benarkah hidup ini ujian? dan kemerdekaan dirasakan di hari kemudian?
Obat hati tlah kutemukan, ijinkan aku terus meminumnya. Mengakui kehambaan mengEsakan KebesaranMU. Lunglaikan sombongku, remukkan dengkiku, hancurkan aku.
Ktb, 10/10/2012
Post a Comment
Terimakasih bila Anda menuliskan komentar disini